Aku wanita sederhana, yang terlahir dari keluarga sederhana & dibesarkan secara sederhana pula. Aku anak ke 6 dari 7 bersaudara.
Dari kecil aku di didik untuk mandiri, sejak kelas 5 SD sampai SMA sekolahku dibiayai oleh uwakku dari sebelah mama yg merupakan kakak perempuan mamaku.
Dulu dibangku sekolah disekelilingku hampir semua teman2 sekolah merupakan keluarga berada. Aku berteman dengan siapapun dengan berbagai latarbelakang. Tapi dulu sewaktu SMA aku dengan tidak sengaja akrab dengan teman2 dari keluarga berada... yah bisa dibilang teman satu genk.
Diluar jam sekolah mereka selalu ada acara makan2, nonton, jalan2 dan lain sebagainya yang menghabiskan lumayan banyak uang. Tapi aku hanya beberapa kali ikut untuk nonton bareng mereka karena uang jajan ku sangatlah terbatas.
Aku selalu mencoba menahan diri untuk bersenang2 dengan temanku, dan selalu menahan diri ketika semua teman2ku memiliki handphone.
Dalam diriku selalu mengingatkan dalam hati bahwa kehidupan yang serba mewah dan serba ada bukan ada di diri aku. ( Bukan Uwie bangeeeetttt... )
Sampai sekarang pun masih terbawa seperti itu.
Bukan iri dengan teman2 yg lebih beruntung denganku. Hanya terkadang aku ingin merasakan bagaimana rasanya dibeliin sesuatu misalkan handphone dari orangtua ataupun dari kakak 😢😢😢
Dan terkadang aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya dibiayai kuliah oleh orang tua atau kakak sampai S1 atau S2... 😢😢😢
Sebagian orang bilang aku ini iri, tapi yang sebenarnya bukanlah itu.
Aku sangat merindukan sesosok figur orang tua dan kakak yang benar-benar menyayangi aku, yang memenuhi sedikit keinginanku.
Mungkin tingkahku amat sangat manja, tapi setelah apa yang aku lakukan selama ini menjalaninya sendirian itu amat sangat melelahkan. Untuk sekedar bercerita dan sedikit merengek ketika aku sakit pun aku tak bisa. Aku merasa tidak ada sesosok figur yang bener-benar menyayangiku. 😢😢😭

Komentar
Posting Komentar