Aku wanita sederhana, yang terlahir dari keluarga sederhana & dibesarkan secara sederhana pula. Aku anak ke 6 dari 7 bersaudara. Dari kecil aku di didik untuk mandiri, sejak kelas 5 SD sampai SMA sekolahku dibiayai oleh uwakku dari sebelah mama yg merupakan kakak perempuan mamaku. Dulu dibangku sekolah disekelilingku hampir semua teman2 sekolah merupakan keluarga berada. Aku berteman dengan siapapun dengan berbagai latarbelakang. Tapi dulu sewaktu SMA aku dengan tidak sengaja akrab dengan teman2 dari keluarga berada... yah bisa dibilang teman satu genk. Diluar jam sekolah mereka selalu ada acara makan2, nonton, jalan2 dan lain sebagainya yang menghabiskan lumayan banyak uang. Tapi aku hanya beberapa kali ikut untuk nonton bareng mereka karena uang jajan ku sangatlah terbatas. Aku selalu mencoba menahan diri untuk bersenang2 dengan temanku, dan selalu menahan diri ketika semua teman2ku memiliki handphone. Dalam diriku selalu mengingatkan dalam hati bahwa kehidupan yang ser...
Ketika apa yang kita lakukan namun tidak berarti apa-apa baginya. Ketika apa yang semua kita lakukan namun selalu salah dimata dirinya. Ketika saat bersamamu namun sebuah pertemuan yang tidak berkesan buat dirinya. Saat bersamamu tidak ada kebahagiaan dipancaran matanya... Namun berbeda dengan saat dirinya bersama teman-temannya... Ada sebuah pancaran kebahagiaan dimatanya... Apa yang harus kamu lakukan..??? Maka dihati terlintas pertanyaan, apakah dirinya tertekan bersamaku.?? Apakah dirinya terpaksa untuk bersamaku.?? Apakah ada diriku di hatinya.??